Studi Etnomatematika: Konstruksi Bangun Ruang Sisi Lengkung Pada Pembuatan Gerabah Di Lombok, Indonesia
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa yang bisa matematika formal belum tentu bisa matematika non-formal yang ada di tengah masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika di sekolah belum sepenuhnya melibatkan hal-hal yang ada di sekitar siswa dan lebih cenderung kepada bagaimana siswa menjawab soal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan cara perajin gerabah dalam mengkonstruksi bangun ruang sisi lengkung dan mengungkap konsep-konsep bangun ruang sisi lengkung yang terdapat pada pembuatan gerabah di Desa Banyumulek. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang perajin gerabah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu yaitu subjek merupakan praktisi atau ahli dalam pembuatan gerabah. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara perajin gerabah dalam mengkonstruksi bangun ruang sisi lengkung pada pembuatan gerabah adalah terdiri dari 4 proses yaitu, membuat tombong (alas), bebentet (sisi lengkung), belong (leher atau lengkung penghubung) dan membuat biwir (mulut atau tutup) gerabah. Serta terdapat konsep bangun ruang sisi lengkung pada pembuatan gerabah di Desa Banyumulek yaitu konsep parsial tabung, kerucut, bola, dan konsep utuh tabung.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Ambrosio, U. D. (1985). Ethnomathematics and its Place in the History and Pedagogy of Mathematics. For the Learning of Mathematics, 5(1), 44–48.
Anak, S. P. (2009). Arikunto, Suharsimi.(1993). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Universitas.
Amaliya Zullfa Widiyanigrum, ‘Analisis Kesulitan Siswa Mengerjakan Soal Cerita Mtematika Aritmatika Sosial Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 5’, Iqra' Jurnal Pendidikan Institut Agama Islam Ma'arif (IAIM NU) Metro Lampung, Volume 1, Nomor 2, 2013, hlm. 116–190.
Ari Yanto, ‘Etnomatematika Pembangunan Rumah Minimalis Studi Pengkonstruksian Sudut Siku – Siku’, SENANDIKA, 2019.
Barton, B. (1996). Making sense of ethnomathematics: Ethnomathematics is making sense. Educational Studies in Mathematics. https://doi.org/10.1007/BF00143932
Bishop, A. (1994). Cultural Conflicts in Mathematics Education: Developing a Research Agenda. For the Learning of Mathematics, 14(2), 15–18.
Cholid Narbuko dan Abu Achmadi. Metode Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara. 2002.
Dominikus, W. S. (2017). Etnomatematika Adonara dan Kaitannya dengan Matematika Sekolah. DISERTASI Dan TESIS Program Pascasarjana UM.
Fauzi, A., & Lu’luilmaknun, U. (2019). Etnomatematika Pada Permainan Dengklaq Sebagai Media Pembelajaran Matematika. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 8(3), 408. https://doi.org/10.24127/ajpm.v8i3.2303
Hardiarti, S. (2017). Etnomatematika: Aplikasi Bangun Datar Segiempat Pada Candi Muaro Jambi. Aksioma, 8(2), 99. https://doi.org/10.26877/aks.v8i2.1707
Hidayat, E., Resfaty, A. G., & Muzdalipah, I. (2019). Studi Etnomatematika : Mengung kap Gagasan dan Pola Geometris Pada Kerajinan Anyaman Mendong di Manonjaya abupaten tasikmalaya. Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME), 1(1), 19–26.
Karnilah, N., Juandi, D., & Turmudi. (2013). STUDY ETHNOMATHEMATICS: PENGUNGKAPAN SISTEM BILANGAN MASYARAKAT ADAT BADUY Oleh: 1–15.
Kuncoro, M. (2009). Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Bagaimana Meneliti & Menulis Tesis? In Jakarta: Erlangga. Kakabadse.
Kusaeri, A., & Pardi, M. H. H. (2019). Matematika dan Budaya Sasak: Kajian Etnomatematika di Lombok Timur. Jurnal Elemen, 5(2), 125. https://doi.org/10.29408/jel.v5i2.1044
Mohamad Mustari. Pengantar Metode Penelitian. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo. 2011.
Muslim, S. R., & Prabawati, M. N. (2020). Studi Etnomatematika terhadap Para Pengrajin Payung Geulis Tasikmalaya Jawa Barat. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(1), 59–70. https://journal.institutpendidikan.ac.id/index.php/mosharafa/article/view/mv9n1_06/556.
Ngapinigsih dkk. Matematika untuk SMP/MTs. Klaten: PT Intan Pariwara. 2013.
Parsudi Suparlan, ‘Kebudayaan, Masyarakat, dan Agama: Agama sebagai Sasaran Penelitian Antropologi. Majalah Ilmu – Ilmu Sastra Indonesia (Indonesian Journal of Cultural Studies). Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Jilid 9, Nomor 1, 1981.
Richardo, R. (2017). Peran Ethnomatematika Dalam Penerapan Pembelajaran Matematika Pada Kurikulum 2013. LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan), 7(2), 118. https://doi.org/10.21927/literasi.2016.7(2).118-125
Safitri, M. A., & Hutana, F. S. (2016). Penerapan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Matematika. Seminar Nasional Pendidikan, 1, 81–85.
Sanderson, S. K., & Harris, M. (2000). Theories of Culture in Postmodern Times. Contemporary Sociology. https://doi.org/10.2307/2654460
Subchan dkk. Buku Guru Matematika SMP/MTs Edisi Revisi 2018. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. 2008.
Sugiyono. (2015). Sugiyono, Metode Penelitian dan Pengembangan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D , (Bandung: Alfabeta, 2015), 407 1. In Metode Penelitian dan Pengembangan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D.
Supiyati, S., Hanum, F., & Jailani. (2019). Ethnomathematics in sasaknese architecture. Journal on Mathematics Education, 10(1), 47–57. https://doi.org/10.22342/jme.10.1.5383.47-58
Turmudi. (2010). Pembelajaran Matematika Kini Dan Kecenderungan Masa Mendatang. Matematika Sekolah Kini Dan Masa Mendatang, 28.
Wahyuni, A., Aji, A., Tias, W., & Sani, B. (2013). Peran Etnomatematika dalam Membangun Karakter Bangsa: Penguatan Peran Matematika Dan Pendidikan Matematika Untuk Indonesia Yang Lebih Baik, 1, 111–118.
Worsley, P. (2013). Boechari, Melacak sejarah kuno Indonesia lewat prasasti/Tracing ancient Indonesian history through inscriptions; Kumpulan tulisan/Writings of Boechari. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia in collaboration with the University of Indonesia and the École f. Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia. https://doi.org/10.17510/wjhi.v15i1.112